Tugas Akhir Capstone

Pada pertemuan dengan mahasiswa TPB hari jumat ada pertanyaan soal Tugas Akhir capstone design (TA Capstone) yang ada di Prodi EL dan apa bedanya dengan tugas akhir lain.

Banyak hal penting yang sangat berbeda, tiga diantaranya dijelaskan dibawah. Semua ini berasal dari ide bahwa Prodi EL bertujuan menghasilkan engineer yang mampu melakukan problem solving, tidak hanya mengimplementasikan suatu teknologi. Beberapa beda TA capstone prodi EL:

1. Tujuan utama TA Capstone adalah agar mahasiswa belajar dan mengalami engineering design process. Tugas akhir umumnya bertujuan memperdalam atau mengimplementasikan salah satu pengetahuan yang dipelajari misalnya belajar lebih jauh mengenai IC design, Robotika, sistem kendali, kecerdasan buatan atau lainnya. Pada TA capstone design, tujuannya bukan itu, melainkan mempelajari proses perancangan produk (engineering design process) dengan baik. IC design, kecerdasan buatan dan bidang lainnya hanya merupakan contoh kasus, hal utama yang dipelajari adalah engineering design process. Hal ini mirip dengan saat belajar persamaan differensial, soal ceritanya mungkin pegas, rangkaian listrik, atau perpindahan panas.

2. Topik TA Capstone harus real problem dan penting untuk dipecahkan. Hal ini tentu berbeda dengan, misalnya, topik penelitian (TA umumnya) yang mengangkat masalah akademis dan bertujuan memperluas pengetahuan. Berikut topik penelitian dibandingkan TA Capstone:

a. Penelitian: mencari algoritma paling cepat untuk mengenali wajah dengan menggunakan algoritma Deeplearning, kamera dan FPGA. Seberapa cepat? semakin cepat semakin baik. Bagaimana pencahayaan? dapat diasumsikan atau dikondisikan agar cahaya baik.

b. TA Capstone design: ada masalah dan keperluan untuk mengenali mahasiswa yang masuk ke lab dasar. Pertama harus jelas apakah problemnya benar-benar perlu mengenali seluruh mahasiswa, apakan tidak mungkin hanya perlu membedakan mahasiswa atau bukan. Jika memang demikian seberapa cepat ? mungkin cukup 4 orang per detik, karena itu kecepatan maksimal orang melewati pintu lab dasar, lebih cepat lagi tidak banyak gunanya. Pencahayaan ? hal ini merupakan konstrain yang ada. Konstrain lain: kamera harus ditempatkan 10 meter dari objek karena geometri ruangan, harus mengenali dari arah samping, harus sesuai standar keamanan, harus dengan casing yang cukup estetis, power supply cukup, … dsb. Bagaimana algoritma yang digunakan, hardware yang digunakan ? ditentukan pada waktu proses design berdasarkan pilihan yang paling memecahkan masalah dengan baik dan memenuhi semua konstrain.

Terlihat bahwa TA Capstone mempunyai konstrain yang lebih banyak dan lebih ketat, sedangkan TA penelitian cenderung bertujuan menemukan pengetahuan baru. Tentunya mudah dimengerti kalau topik dari industri/perusahaan sangat disukai karena umumnya kebutuhan dan konstrainnya jelas.

3. Softskill hal yang sangat-sangat penting dan dilatih dalam TA Capstone terutama: timwork, kemampuan berkomunikasi, dan problem solving (kemauan untuk berfikir). Itu sebabnya peserta capstone design harus berkelompok, membuat video, presentasi di depan umum dan lainnya. Fakta: SEMUA kelompok TA yang dianggap kurang sukses mempunyai masalah softskill.

Banyak perbedaan lain yang juga penting yang akan terlalu panjang untuk dijelaskan misalnya proses, evaluasi, output, peran pembimbing, multidisiplin dan lainnya. Namun sebagai hint, ketiga hal diatas cukup mengilustrasikan perbedaan tersebut. Bagaimana ? tambah bingung kan ?

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. 14/04/2019

    […] Sudah pernah dibahas sebelumnya, Tugas Akhir Capstone (TA Capstone) di prodi EL tidak sekedar dikerjakan berkelompok tetapi berbeda sangat kontras, […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *