Karakteristik Program Studi Teknik Elektro

Karakteristik Program Studi Teknik Elektro, ditulis oleh Arif Sasongko (Ketua Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro & Informatika, Institut Teknologi Bandung)

Setiap program studi (prodi) di STEI memiliki karakteristik yang berbeda. Fokus dari tulisan ini adalah menunjukkan proses perkuliahan yang akan benar-benar dirasakan ketika seorang mahasiswa mengikuti proses belajar di prodi ini. Karena itu, pada tulisan ini tidak akan dibahas mengenai pekerjaan lulusan, aspek kemahasiswaan/prestasi mahasiswa, dan hal-hal lain sejenisnya. Sejatinya hal-hal tersebut sama saja di lingkungan STEI, lebih tergantung keaktifan dan pilihan mahasiswanya, tidak tergantung prodi.

Seperti yang telah beberapa kali disampaikan feature yang sangat spesifik di prodi ini:
1. Aspek fundamental teknik elektro (EL) sangat kuat ditekankan. Misalnya:

  • Rangkaian Listrik dan Sistem digital di semester 3, masing-masing 4 SKS belum termasuk praktikum. Di kedua kuliah tersebut, buku teks benar-benar dibahas habis.
  • Matematika di prodi EL ada 20 SKS belum termasuk mata kuliah lain yang bersifat matematis seperti sinyal-sistem dan medan elektromagnetik
  • Prodi EL mensyaratkan semua mahasiswa mengambil kuliah pilihan basic science tambahan untuk memperkuat dasar dan membuat mahasiswa tidak berpengetahuan sempit.
  • Dalam banyak kuliah ditekankan pengertian aspek-aspek mendasar seperti modeling, feedback, dan sejenisnya.

2. Praktikum di prodi EL dilaksanakan dengan standar yang sangat tinggi, misalnya:

  • Setiap praktikum ada SKS-nya tersendiri dan ada dosen yang masuk ke kelas mengajarkan/membahas aspek-aspek yang perlu dipelajari/diperhatikan.
  • Setiap praktikum dilaksanakan 2 orang per set perangkat untuk menjamin mahasiswa mendapatkan pengalaman dan menjamin praktikum berlangsung dengan lancar
  • Semua asisten praktikum mendapatkan pelatihan
  • Setiap kit/peralatan praktikum diperiksa oleh teknisi
  • Tidak ada satupun jadwal praktikum yang bentrok dengan kuliah semester yang sama. Jadi bagi mahasiswa yang mengambil kuliah sesuai dengan semesternya (tidak mengulang), tidak ada jadwal praktikum yang bersamaan dengan jadwal kuliah.
  • SOP (Standard Operating Procedure) lab dasar sangat jelas dan dapat dilihat di: https://ltde.stei.itb.ac.id/

3. Sudah pernah dibahas sebelumnya, Tugas Akhir Capstone (TA Capstone) di prodi EL tidak sekedar dikerjakan berkelompok tetapi berbeda sangat kontras, khususnya:

  • Tujuan utama TA Capstone adalah agar mahasiswa belajar dan mengalami engineering design process , bukan bertujuan memperdalam atau mengimplementasikan salah satu pengetahuan yang dipelajari
  • Topik TA Capstone harus real problem dan penting untuk dipecahkan. Hal ini tentu berbeda dengan, misalnya, topik penelitian (TA umumnya) yang mengangkat masalah akademis dan bertujuan memperluas pengetahuan.
  • Terlihat bahwa TA Capstone mempunyai batasan yang lebih banyak dan lebih ketat. Topik dari industri/perusahaan sangat disukai karena umumnya kebutuhan dan batasan masalahnya jelas.
  • Softskill hal yang sangat-sangat penting dan dilatih dalam TA Capstone terutama: kerjasama (teamwork), kemampuan berkomunikasi, dan problem solving (pemecahan masalah).

Perlu dipikirkan betul-betul apakah calon mahasiswa memang cocok dengan karakteristik di atas. Setiap prodi tentunya memiliki feature yang berbeda. Misalnya di prodi Teknik Elektro, TIDAK MUNGKIN mahasiswa lulus 3,5 tahun dengan cara apapun juga, walaupun begitu, kelulusan tepat waktu Teknik Elektro biasanya merupakan salah satu yang tertinggi di ITB. Karena itu jika anda ingin lulus 3,5 tahun, JANGAN PILIH TEKNIK ELEKTRO ITB !!!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *